Sabtu, 14 Februari 2015

Sebuah Pengorbanan

Assalamalaikum Wr.Wb
Hay saya akan mengulas tentang sebuah pengorbanan seorang wanita kepada lelaki yang dia cintai.
Seorang wanita ini sangat menyayangi lelaki itu tetapi sayang lelaki itu adik kelasnya, tak apa bagi wanita itu yang terpenting adalah menyayangi dia karena ALLAH SWT. Dia tak pernah mengeluh, dia tak pernah mengungkapkan kepada semua orang bahkan sahabatnya pun tak tau kecuali kepada sang Illahi Robbi.
Ada sebuah pengorbanan yang dia lakukan ketika ada acara di Extrakulikuler yaitu Perjusami.
Pada hari dimana perjusami itu dilaksanakan dia bergegas menuju tempat perjusami itu dengan membawa baju dan celana training karena ada niat tersendiri yaitu untuk sang pujaannya, tau sendiri kan kalau perjusami baju pasti ngga akan ada yang bersih pasti semua kotor. Nah itu dia mengapa seorang wanita itu mempunyai niat untuk membawa baju dan celana "Hanya untuk sang pujaannya agar dapat memakai pakaian yang bersih dan tidak memakai pakaian kotor bahkan tidak memakai pakaian yang basah". Selain membawa baju dan celana, wanita itu membawa tisue alasannya sih untuk memberikannya bila lelaki itu berkeringat atau kotor dan membawa sedikit uang untuk membelikan makan dan minum.
Hebat bukan niat seorang wanita itu? Tetapi apa arti niat itu hanya tisue yang dapat dia berikan kepada lelaki itu, walau hanya tisue yang berhasil dia berikan tetap dia bersyukur dan bahagia. Padahal, baju dan celana training itu masih baru dan belum dipakai sama sekali tetapi itu tidak berhasil walaupun sudah dia tawarkan pada lelaki itu.
Ketika di suatu tempat itu turun hujan, wanita itu selalu melihat apa yang sedang lelaki itu kerjakan. Sampai dia rela basah kuyup hanya demi lelaki itu agar tidak turun pada cuaca yang bisa membuat dia sakit, wanita itu pun mengerjakan apa yang dia lihat seperti membuat sebuah selokan karena ada gumpalan air yang tidak dapat mengalir dan bisa membuat tempat itu banjir. Dia membantu lelaki itu untuk menyadarkan orang yang kemasukan penghuni di tempat itu walaupun dia sedikit merasa takut tetapi dia selalu yakin dia pasti bisa.
Pada pagi hari perjusami hampir selesai, ternyata wanita itu sedang tak berdaya karena penyakitnya kambuh. Dia tak kuat menahannya sampai dia di bawa pulang oleh sahabatnya, kasihan wanita itu hanya demi menjaga lelaki itu dia rela sampai penyakitnya kambuh.
Yaallah wanita itu tak menyerah.
Ternyata bukan di sebuah perjusami saja tetapi di sekolah dia membuat seorang lelaki itu terkejut akan pemberian seorang wanita yang menyayanginya yaitu "COKLAT" walaupun lewat perantara, seorang wanita memberikan lelaki itu coklat hanya karena ingin rasa sayangnya tak sia-sia dan tak ingin ada penyesalan setelah dia lulus nanti. Lelaki itu tersenyum, tak disangka ternyata lelaki itu berterimakasih pada seorang wanita atas pemberiannya. Sungguh bahagia wanita itu melihat lelaki yang dia sayangi ada di sampingnya dan tersenyum padanya bahkan ingin rasanya lelaki itu tidak pergi dan tetap selalu disampingnya.
Dia selalu ingin melihat lelaki itu tersenyum dihadapannya walau terkadang lelaki itu cuek dan pura-pura tak melihatnya bahkan lelaki itu berpaling darinya, sungguh kasihan wanita itu. Padahal dia ingin sekali melihat lelaki itu tersenyum padanya, menyapa bahkan berharap lelaki itu mengajaknya berbincang-bincang. Pengrobanan tak akan pernah terbalaskan dengan sebuah kepedihan.
Pengorbanan? Selalu wanita itu berpikir bahwa pengorbanan itu adalah sebuah ketulusan dan tak ada suatu niat hanya untuk mendapatkan lelaki itu tetapi hanya untuk dapat melihat lelaki itu bahagia, tersenyum, dan tak pernah merasakan kepedihan.
I will always love you even though you still never open your heart to me, I love the head of a network of computer engineering class :-)
Wassalamualaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar